JANGAN TINGGALKAN DOA

Ada rasa benci dan kesal dihati kita, ketika ada orang yang meminta sesuatu yang menjadi milik kita. Harta misalnya, orang yang kaya harta, ia pasti tidak akan memberikan hartanya kepada orang yang meminta-minta begitu saja. Juga ketika ada pengemis yang meminta-minta, kitapun terkadang kesal dan marah karena ulahnya. Itulah diantara fitrah manusia, benci, kesal dan marah kalau ada orang yang meminta sesuatu yang menjadi hak miliknya.
 

ALLAH MARAH KEPADA MANUSIA YANG TIDAK MEMINTA KEPADA-NYA

Sebaliknya dengan Robb kita Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih, Dia senang apabila hamba-Nya terus meminta dan meminta kepada-Nya, baik siang ataupun malam, yaitu berdoa memohon kepada Allah apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya baik di dunia maupun untuk akhirat. Dan Allah akan marah kalau manusia tidak meminta atau berdoa kepada-Nya.
Perhatikanlah sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berikut:
Siapa yang tidak berdoa kepada Allah, maka Dia marah kepadanya. (as-Silsilah ash- Shohihah: 1325)
Seorang penyair berkata:
Janganlah kalian meminta-minta kebutuhan kepada anak adam
Akan tetapi mintalah kepada Dzat yang pintu-Nya selalu terbuka
Allah marah bila kalian tidak berdoa meminta kepada-Nya
Sedangkan anak adam marah kalau ia terus diminta-minta

REALITA MANUSIA DI ZAMAN INI

Sekarang marilah perhatikan realita manusia di tengah-tengah kita, bagaimana umat ini sangat jauh dari doa bahkan melupakan ibadah yang agung ini. Walaupun ada orang-orang yang berdoa, namun doanya tidak dipanjatkan kepada Allah ta’ala, justru menyimpangkan doanya kepada selain Allah ‘azza wa jalla.
Diantaranya ada yang meminta-minta kepada orang-orang shalih yang sudah meninggal dunia, seperti kepada tokoh-tokoh, para wali dan yang lainnya. Padahal Allah telah menegaskan dalam al-Qur’an bahwa orang yang sudah mati ia tidak akan mampu memberikan manfaat dan madharat baik bagi dirinya apalagi kepada orang lain.
Perhatikanlah firman Allah ta’ala di bawah ini:
“Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa alaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh yang Maha Mengetahui.” (QS. Fathir: 13-14)
Oleh karena itu, doa adalah milik Robb semesta alam dan hanya kepada-Nya- lah kita memanjatkan doa, tidak kepada selain-Nya, baik itu Rasul, Nabi, Wali atau orang-orang sholih lainya.

KONDISI DAN AKIBAT ORANG YANG TIDAK BERDOA

Allah ‘azza wa jalla telah mengisaratkan di dalam al-Qur’an tentang kondisi orang yang tidak berdoa:

1). Orang yang tidak berdoa, disebutkan dalam al-Qur’anul karim sebagai orang yang sombong; dan akan dimasukan ke dalam neraka jahanam dalam keadaan hina dina.

Hal ini telah dijelaskan dalam firman Allah ta’ala:
“Dan Tuhan-mu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari memohon kepada-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. al-Mu’minun:60)
Kalau kita cermati ayat di atas ini, maka kita akan mengetahui kondisi dan akibat orang yang tidak berdoa kepada Allah ta’ala: § Mereka disebutkan sebagai orang yang takabbur (sombong); karena ia tidak memohon kepada Allah; artinya ia merasa cukup dengan dirinya, tidak butuh kepada Allah; sebab diantara ciri seseorang yang butuh, ia akan memohon dan meminta kepada orang yang dibutuhkan. § Akan dimasukan kedalam neraka jahanam dalam keadaan hina.

2). Allah subhanahu wa ta’ala akan membiarkan,menelantarkan orang yang tidak berdoa kepada-Nya.

Firman-Nya:
Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): “Tuhan-ku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadahmu (doamu). (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada- Nya), Padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak adzab pasti (menimpamu)”. (QS. al-Furqon: 77)

PARA NABI PUN BERDOA

Para Nabi pun berdoa kepada Allah ta’ala, perhatikanlah Nabi Adam ‘alaihissalam, ia berdoa kepada Allah supaya diterima taubatnya, maka Allah pun mengampuninya.
Lihatlah Nabi Nuh ‘alaihissalam, ia berdoa kepada Allah ta’ala supaya kaumnya dihancurkan, maka Allah pun mengabulkanya.
Perhatikanlah Musa ‘alaihissalam, ia berdoa kepada Allah ketika berada di Madyan dekat sumber air; maka Allah pun mengabulkan doanya, memuliakanya dengan rasa aman dan pernikahannya dengan salah satu puteri lelaki tua. Juga ia bisa bekerja disalah seorang lelaki yang sudah tua itu.
Perhatikanlah Yunus ‘alaihissalam ia berdoa kepada Allah ‘azza wa jalla ketika berada di perut ikan paus. Maka Allah pun mengabulkan doanya, menyelamatkan dari kesusahan dan mengeluarkanya dari perut ikan paus.
Perhatikanlah Nabi Ayub ‘alaihissalam, ia berdoa kepada Allah ta’ala supaya disembuhkan dari penyakitnya yang tak kunjung sembuh, maka Allah pun mengabulkan doanya.
Perhatikan pula Nabi Zakariya ‘alaihissalam, ia berdoa kepada Allah ta’ala supaya dikarunia keturunan yang shalih, maka Allah pun mengabulkan doanya dan memberikan kabar gembira dengan kelahiran Yahya.

PENUTUP

Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak berdoa kepada Allah semata, karena Dia-lah Dzat yang mengatur segalanya, dan mengabulkan segala permohonan hamba-Nya, apabila hamba itu memperhatikan rambu-rambu di dalam bedoa; termasuk waktu-waktu diterimanya doa, tempat dan syarat-syaratnya.
Maka mintalah kepada pemilik langit dan bumi Yang Maha Kaya, karena dengan berdoa bisa menolak madharat dan akan mendatangkan manfaat. Disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Tidak ada yang dapat menolak Qodho’ kecuali doa dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebaikan. (Shohih at-Targhib wat Tarhib: 1639)
Ibnul Qoyyim Rahimahullah berkata: “Doa termasuk sebab yang paling kuat untuk menolak kejelekan, juga menggapai apa yang diinginkan. Doa itu obat yang paling bermanfaat, musuhnya cobaan, menolak dan mengobatinya, mencegah turunya cobaan, menghilangkanya, atau meringankannya apabila sudah terjadi. (al-Jawabul Kafi, hal. 22-24).
[Oleh: Ahmad Taufik]

Doa Ketika Melihat Orang Lain Mendapat Cobaan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang melihat orang yang sedang diberi cobaan lalu ia berdoa:
“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari apa yang diujikan Allah kepadamu dan menjadikanku lebih dari kebanyakan orang yang diciptakan-Nya”, niscaya ia akan diselamatkan dari cobaan yang sedang menimpa orang itu. [Shahih al-Jami’, no.6124 dan ash-Shahihah, no. 602] Buletin Al-Iman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s